SEKILAS INFO
: - Minggu, 07-06-2020
  • 4 bulan yang lalu / Seminar Pendidikan Senat Fakultas Tarbiyah, Yang akan dilaksanakan besuk pada hari Senin Tanggal 24 Pebruari 2020 pukul 13,00 WIB yang bertempat di NBC Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo
  • 7 bulan yang lalu / Pada hari senin tanggal, 24 Februari 2020 pkl 13.00 s.d selesai di Gedung NBC Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo
SEMINAR PENDIDIKAN FAK. TARBIYAH

Belajar pada hakekatnya merupakan perubahan (cange) tingkah laku (behavior) atau penampilan dengan serangkaian kegiatan seperti dengan mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya. Belajar akan lebih baik kalau si subjek belajar itu mengalaminya atau melakukannya, jadi tidak bersifat verbalis. Perubahan tingkah laku tersebut terjadi karena usaha individu yang bersangkutan. Belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti : bahan yang dipelajari, instrumen, lingkungan, dan kondisi individu si pelajar. Faktor-faktor tersebut diatur sedemikian rupa agar mempunyai pengaruh yang membantu tercapainya kompetensi secara optimal.

Orang yang tadinya tidak tahu setelah belajar menjadi tahu. Proses belajar terjadi apabila seseorang menunjukkan tingkah laku yang berbeda. Jadi belajar menempatkan seseorang dari status abilitas yang satu ke tingkat abilitas yang lain. Menurut Bloom, perubahan status abilitas ini meliputi tiga ranah/ matra, yaitu : matra kognitif, afektif dan psikomotorik

Mengajar adalah pekerjaan paling menyenangkan jika Anda memiliki murid berperilaku baik. Setiap hari memberi Anda pengalaman baru dan berbeda: kesempatan untuk melihat siswa Anda menemukan konsep baru, mempelajari sesuatu yang tidak mereka ketahui sebelumnya, dan mengalami perubahan yang nyata dalam kehidupan mereka. Namun, bagaimana jika kelas yang Anda ajar berisi murid berperilaku buruk? Mengajar bisa menjadi pekerjaan yang penuh tekanan. Anda tidak dapat mengajar dengan optimal sebelum masalah perilaku ini dipecahkan.

Dalam proses pembelajaran Guru memiliki peranan penting dalam meningkatkan pendidikan peserta didik di sekolah. Namun guru kerap berhadapan dengan kenyataan bahwa para siswa memiliki perilaku yang tidak mendukung terciptanya proses belajar mengajar secara efektif seperti misalnya suka mengganggu teman siswa sewaktu belajar, membuat keributan di kelas, tidak tertib dan kurang disiplin dalam belajar. Untuk itu guru perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan mengelola perilaku siswa-siswa yang tidak mendukung tersebut.

Seiring dengan hal Guru akan menghadapi berbagai macam tingkah laku dari siswa di depannya. Beberapa siswa tampil dengan sikap manis, ada juga yang manja, dan sebagian membuat sikap sikap yang dapat menjengkelkan bagi seorang guru baru. Dalam 1 tahun pertama seorang guru baru akan mencoba untuk menemukan cara terbaik dalam mengatur pola perilaku dari siswanya. Melalui discovery (mencoba menemukan), trial and error, serta diskusi dengan guru guru senior guru dapat menemukan secara bertahap cara untuk mengatur perilaku siswa.

Jadi bagi guru sembari menunggu utuk menemukan ide ide yang tepat untuk digunakan sebagai cara mengatur perilaku siswa. Saya akan bagikan beberapa tips yang mungkin sesuai dan dapat digunakan untuk mengatur perilaku anak didik anda. Tips ini bertujuan untuk membantu guru baru dalam menemukan cara mengatur perilaku siswa.

Pendidikan suatu bangsa akan memengaruhi kemajuan bangsa tersebut, sehingga dalam pembangunan bangsa perlu fokus pada pendidikan, karena berkaitan dengan pembangunan karakter penerus bangsa. Salah satu aspek yang memengaruhi keberhasilan pendidikan adalah sumber daya manusia yaitu tenaga pendidik.

Video Terbaru

HTML

Data Kampus

IAI. Riyadlatul Mujahidin Ngabar Ponorogo

NPSN : 347446868

Jl. Sunan Kalijaga, Dusun I, Ngabar
KEC. SIMAN
KAB. PONOROGO
PROV. JAWA TIMUR
KODE POS 63471
TELEPON (0352) 311785
FAX (0352) 311785
EMAIL iairm_ngabar@yahoo.com