SEKILAS INFO
: - Minggu, 15-12-2019
  • 1 bulan yang lalu / Pada tanggal, 27 oktober 2019 pkl 08.30 s.d selesai di kampus iairm akan ada kegiatan kunjungan Mahasiswa dari  Malaysia. UTHM
  • 1 bulan yang lalu / Pada tanggal, 27 oktober 2019 pkl 08.30 s.d selesai di kampus iairm akan ada kegiatan kunjungan Mahasiswa dari  Malaysia. UTHM

“PARENTING  GURU DAN ORANG TUA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DAN BIMBINGAN KONSELING MELALUI  PENGGUNAAN ALAT PERAGA EDUKATIF (APE)”(Optimalisasi Bimbingan Konseling Guru Dan Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini)

Seorang anak usia dini adalah anak yang membutuhkan bimbingan untuk melakukan sesuatu hal baik dalam bidang pendidikan maupun dalam hal yang berhubungan dengan anak. anak tidak mungkin bisa melakukan sesuatu hal dengan sendirinya dan hal yang baik tanpa bimbingan dari orangtua ketika di rumah dan guru sebagai orangtua ketika di sekolah. Mengapa demikian ? karena anak usia dini belum mampu melakukan sesuatu hal dengan sempurna atau dengan baik karena anak pada usia yang masih dini, usia yang masih awal ini dimana anak mencari karakter yang ada pada dalam dirinya.

Guru memiliki tanggung jawab besar untuk membantu peserta didik agar dapat mengembangkan potensinya secara maksimal. Potensi yang dikembangkan tersebut tidak hanya kecerdasan dan keterampilan belaka, melainkan menyangkut seluruh aspek kepribadian peserta didik. Oleh karena itu seorang guru tidak cukup hanya memiliki pemahaman dan kemampuan dalam bidang pembelajaran tetapi juga harus memiliki pemahaman dan kemampuan dalam bidang bimbingan dan konseling. Sebuah perumpamaan pernah muncul dalam ajaran Ki Hajar Dewantara. Seorang pendidik yakni guru, adalah seorang petani yang merawat bibit hingga berbuah. Petani merawat bibit mulai dari menyiram, memberi pupuk, hingga menyiangi hama dengan harapan kelak akan berbuah baik dan layak. Namun, kita semua perlu sadari bahwa petani tidak mampu mengubah bibit mangga berbuah anggur. Sehingga dapat disimpulkan, sebagai pengajar sekaligus pendidik, guru mentransfer ilmu agar ilmu tersebut dapat bermanfaat dalam masyarakat. Bukan menyulap peserta didik sesuai yang diharapkan orang tua masing-masing.

Menurut   Undang-Undang   Sisdiknas   Nomor   20   Tahun   2003, pendidikan  di  Indonesia  dibagi  ke  dalam  tiga  jalur,  yaitu:  jalur pendidikan   formal,   jalur   pendidikan   non-formal,   dan   jalur pendidikan  informal.  Selama  ini  proses  pembangunan  manusia Indonesia   melalui   upaya-upaya   pendidikan,   lebih   ditekankan pada   pendidikan   persekolahan   atau   pendidikan   formal   saja.

Perhatian  pemerintah  dan  masyarakat  jarang  sekali  diarahkan kepada  pendidikan  non-formal  yang  sebenarnya  memiliki  nilai penting yang sama. Bahkan dalam beberapakonteks situasi bisa dipandang  lebih  penting  dalam  rangka  pembangunan  manusia Indonesia  secara  efektif,  efisien,  integratif,  kreatif  dan  holistik.

Hal    ini    senada    dengan    pemikiran    Tilaar    (1998:16)    yang menyatakan    bahwa     jalur    pendidikan     sekolah    dan    jalur pendidikan  luar  sekolah  itu  saling  komplementer  dalam  sistem pendidikan  nasional,  sehingga  perhatian  yang  sama  dan  adil harus   diberikan   kepada   jalur   pendidikan   sekolah   dan   jalur pendidikan luar sekolah.Sebagai bagian dari Program Pendidikan  Luar  Sekolah,  Pendidikan  Anak  Usia  Dini  (PAUD) adalah  suatu  upaya   pembinaan  yang  ditujukan  kepada   anak sejak  lahir  (0  tahun)  sampai  dengan  usia  enam  tahun  yang dilakukan   melalui   pemberian   rangangan   pendidikan   untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar  anak  memiliki  kesiapan  dalam  memasuki  pendidikan  lebih lanjut  (Pasal  1  butir  14  UU  No.  20  Tahun  2003).

  1. TEMA KEGIATAN
  2. Parenting  Guru Dan Orang Tua dalam menghadapi Era Digital 4.0
  3. Bimbingan Konseling Melalui  Penggunaan Alat Peraga Edukatif (APE)
  4. 15 menit pembuatan alat peraga edukatif (APE)
  1. WAKTU DAN TEMPAT

Waktu pelaksanaan Seminar Nasional ini adalah:

Hari                 : Senin

Tanggal           : 21 Oktober 2018

Jam                  : 07.00 WIB s/d 13.00 WIB

Tempat            : Gedung Auditorium PP. Wali Songo Ngabar Ponorogo

  1. TUJUAN KEGIATAN

Melalui Seminar ini diharapkan guru Mewujudkan Tujuan pendidik dalam membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.

  1. TARGET KEGIATAN
  2.  Mewujudkan Tujuan pendidik dalam membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya.
  3. Mengoptimalisasi guru dan orang tua dalam mendidik anak
  4. Mempersiapkan anak memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
  • SASARAN KEPESERTAAN
  • Seluruh mahasiswa IAIRM
  • Seluruh Mahasiswa Prodi PIAUD Dan PAUD PT Se- Karesidenan Madiun
  • Seluruh Guru PAUD
  • Orang Tua
  • OUTPUT KEGIATAN
  • Peserta seminar dapat memahami Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini
  • Peserta seminar Mampu mengimplementasikan materi seminar dalam dunia pendidikan anak Usia Dini
  • Peserta seminar mampu mengoptimalisasi Alat Peraga Edukatif Sebagai Bagian Dari Bimbingan Konseling.

Video Terbaru

HTML

Data Kampus

IAI. Riyadlatul Mujahidin Ngabar Ponorogo

NPSN : 347446868

Jl. Sunan Kalijaga, Dusun I, Ngabar
KEC. SIMAN
KAB. PONOROGO
PROV. JAWA TIMUR
KODE POS 63471
TELEPON (0352) 311785
FAX (0352) 311785
EMAIL [email protected]